Mengatasi CVT Yamaha Aerox Bunyi Kretek-Kretek Seperti Motor Beat: Penyebab, Solusi, dan Tips Perawatan Lengkap
Bunyi “kretek-kretek” pada CVT Yamaha Aerox sering kali membuat pemilik motor waswas. Apalagi jika suaranya mirip dengan penyakit yang kerap muncul pada motor Honda Beat. Banyak pengendara langsung menduga kerusakan besar, padahal dalam banyak kasus, masalah ini bisa diatasi tanpa harus bongkar mesin atau mengganti komponen mahal. Artikel ini akan mengulas secara lengkap penyebab CVT Aerox berbunyi kretek-kretek, langkah perbaikannya, serta tips pencegahan agar masalah serupa tidak terulang di kemudian hari.
Mengenal Gejala Bunyi Kretek-Kretek pada CVT Aerox
Bunyi kretek-kretek biasanya terdengar dari area CVT (Continuously Variable Transmission) , terutama saat motor langsam atau baru digas ringan. Suara ini tidak selalu muncul saat roda diputar bebas, sehingga sering membuat mekanik pemula keliru mendiagnosis sumber masalah. Jika dibiarkan, bunyi ini bisa semakin parah dan memengaruhi kenyamanan berkendara.
Kabar baiknya, pada Yamaha Aerox dan keluarga Maxi Yamaha lainnya, bunyi ini jarang disebabkan oleh kerusakan fatal. Justru, sumbernya sering kali berasal dari komponen kecil yang luput diperhatikan.
Penyebab Utama CVT Aerox Bunyi Kretek-Kretek
Berdasarkan hasil pembongkaran dan analisis teknis, penyebab utama bunyi kretek-kretek pada CVT Yamaha Aerox adalah bearing bak CVT yang sudah aus atau rusak . Kerusakan bearing ini menyebabkan dudukan pulley menjadi gombrang atau tidak presisi, sehingga muncul suara keletrekan saat mesin bekerja.
Masalah ini biasanya diperparah oleh:
* CVT yang jarang diservis
* Penumpukan debu dan kotoran
* Kesalahan pemasangan pindal atau window wall
* Baut atau dudukan CVT yang sudah ngampleh (tidak rata)
Jika dibiarkan terlalu lama, kemiringan dudukan pulley bisa semakin parah dan berpotensi merusak komponen lain.
Langkah Membongkar CVT Aerox dengan Aman
Untuk mengatasi masalah ini, pembongkaran CVT bisa dilakukan tanpa harus melepas roda atau komstir. Berikut gambaran singkatnya:
1. Lepas filter CVT menggunakan kunci 10.
2. Buka cover CVT dengan kunci 8 (impact atau manual).
3. Perhatikan saat membuka baut terakhir. Jika blok terasa ngampleh, itu tanda ada masalah pada dudukan.
4. Lepas mur depan menggunakan kunci 17 (perhatikan ring rata dan ring cembung).
5. Lepas mur belakang menggunakan kunci 24 (tanpa ring, mirip Yamaha Mio).
Setelah CVT terbuka, bersihkan seluruh komponen dari debu. Jangan setengah-setengah, mumpung sudah terbongkar, sekalian bersih total!
Fokus Perbaikan: Mengganti Bearing Bak CVT
Inilah inti dari solusi masalah bunyi kretek-kretek. Bearing yang digunakan adalah bearing kode 6202 , khusus dengan bos tengah bawaan Yamaha. Harga bearing original berkisar antara Rp75.000 hingga Rp100.000, tergolong terjangkau dibandingkan risikonya jika dibiarkan rusak.
Untuk melepas bearing:
* Bisa dilas lalu ditarik (disarankan oleh profesional)
* Atau gunakan tracker bearing , lebih praktis dan aman
Setelah bearing dilepas, akan terlihat jelas tingkat keausannya. Bearing rusak biasanya terasa sangat gombrang dan longgar, jauh dari kondisi ideal.
Proses Pemasangan Bearing Baru yang Benar
Pemasangan bearing harus dilakukan dengan hati-hati:
* Gunakan kunci sok ukuran besar (23 atau 24) sebagai media pukul
* Pastikan bearing masuk rata dan presisi
* Pasang snap ring setelah dudukan benar-benar sejajar
Kesalahan kecil di tahap ini bisa membuat masalah terulang. Jadi, pastikan semuanya terpasang sempurna.
Pemeriksaan Roller, Pulley, dan Ulir As
Setelah bearing beres, lanjutkan dengan pengecekan komponen lain:
* Roller : Gunakan roller 9 gram (seperti TDR) untuk keseimbangan akselerasi dan top speed.
* Slide piece : Pastikan masih mulus dan tidak aus.
* Pelumasan : Gunakan grease secukupnya di rumah roller, jangan berlebihan.
* Ulir as CVT : Jika terasa seret, bersihkan menggunakan senai M12 x 1.25. Jangan buru-buru ganti kruk as karena biayanya mahal dan harus turun mesin.
Langkah ini sering dianggap sepele, padahal sangat berpengaruh pada keawetan CVT.
Pentingnya Window Wall pada Yamaha Aerox
Salah satu kesalahan umum adalah tidak memasang window wall . Komponen kecil ini berfungsi sebagai senter atau penyeimbang antara sisi kiri dan kanan CVT. Jika tidak dipasang, blok CVT bisa kembali ngampleh ke bawah dan masalah bunyi akan muncul lagi.
Pada Yamaha Aerox dan NMAX, window wall hanya satu, berbeda dengan motor lain yang biasanya dua. Pastikan komponen ini terpasang sebelum cover CVT ditutup.
Hasil Akhir: Bunyi Hilang, CVT Kembali Halus
Setelah semua dirakit ulang dan motor dihidupkan, hasilnya langsung terasa. Bunyi kretek-kretek hilang total , mesin bekerja lebih halus, dan CVT kembali senyap seperti seharusnya. Ini membuktikan bahwa diagnosis yang tepat dan pengerjaan yang rapi adalah kunci utama.
Tips Agar CVT Aerox Awet dan Bebas Masalah
Agar masalah serupa tidak terulang, terapkan beberapa tips berikut:
* Servis CVT secara rutin setiap 8.000–10.000 km
* Bersihkan debu CVT secara berkala
* Gunakan komponen sesuai spesifikasi
* Jangan abaikan bunyi kecil yang tidak normal
* Pastikan pemasangan ring, roller, dan window wall sesuai urutan
Kesimpulan
Bunyi kretek-kretek pada CVT Yamaha Aerox bukanlah vonis kerusakan berat. Dalam banyak kasus, penyebab utamanya hanyalah bearing bak CVT yang aus dan pemasangan yang kurang presisi. Dengan perbaikan yang tepat, biaya relatif terjangkau, dan perawatan rutin, CVT Aerox bisa kembali halus, senyap, dan nyaman digunakan.
Semoga artikel ini membantu Anda memahami masalah CVT Aerox secara menyeluruh dan menjadi panduan praktis yang bermanfaat. Selamat mencoba, dan semoga motor Anda kembali prima!
